KH Zainuddin MZ Mempunyai Kesabaran Yang Luar Biasa Dalam Berdakwah.

1.    KH Zainuddin MZ mempunyai kesabaran yang luar biasa dalam berdakwah.

Sebagai seorang da’i yang berada dipuncak keberhasilan, KH Zainuddin MZ tidak berubah dan tidak terpengaruh gemerlapnya dunia, sabar mengahadapi pro-kontra atas dakwah yang ia sampaikan. 

KH Zainuddin MZ tetap  teguh mempertahankan prinsip ”tidak dimana-mana tetapi ada dimana-mana”. Ia terus menerus berdakwah tanpa mengenal putus asa, dan sanggup menghadapi berbagai tantangan.


2.     KH Zainuddin MZ, mengambil sikap tegas dalam berdakwah.

Dalam berdakwah KH Zainuddin MZ menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan, tanpa peduli dengan siapa ia berhadapan. Dalam menyampaikan dakwah tanpa tendensi apa-apa kecuali untuk menyerukan kebenaran dan meninggikan kalimah Allah SWT.

Dalam kaitan dengan sifat tegas ini, KH Zainuddin MZ berdakwah untuk menangkis serangan atau ajakan dari orang yang tidak Islam dan membina intern umat Islam dengan meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

3.     KH Zainuddin MZ mempunyai sandaran vertikal melalui dzikrullah secara istiqomah.

Keberhasilan KH Zainudin MZ dalam berdakwah merupakan hasil dari proses perjalanan yang cukup panjang. Kita boleh melihatnya sebagai figur da’i sejuta umat yang mampu mencapai menara keberhasilan. Ia bagaikan anak zaman tetapi akan lebih baik jika kita menelaah, mempelajari proses sebab-sebab ia berhasil dalam berdakwah.

Dalam mempelajari proses sebab-sebab keberhasilannya dalam berdakwah ternyata ditemukan bahwa ia mempunyai sandaran vertikal yang kuat melalui dzikir kepada Allah SWT. Padanya mewarisi sifat dan sikap para sahabat nabi yang digambarkan : “Malam bagaikan pendeta, bertafakur, berdzikir kepada Allah, siang bagaikan singa-singa padang pasir yang garang untuk menerkam musuh”.

Sebagaimana diketahui dzikir mempunyai sekurang-kurangnya tiga pengertian, yaitu dzikir dalam bentuk mengucapkan kalimat thayyibah, dzikir dalam bentuk memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah dan dzikir dalam bentuk shalat.

Dari ketiga pengertian diatas KH Zainuddih MZ mampu menerapkan dalam bentuk amalan-amalan khusus (sebagai senjata bathin) untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti bacaan salawat nariyah.

Pada prakteknya ia menyediakan waktu “khususiyah” untuk bemunajat kepada Allah SWT. Jika sudah masuk waktu ini, ia tidak dapat ditemui oleh siapapun dengan kepentingan atau keperluan apapun.



Artikel Terkait :

Ceramah Mp 3 :

Related Posts:

Post a Comment